Senin, 27 September 2010 - 07:15 wib
JAKARTA - Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia dalam kurun waktu enam tahun terus menunjukkan kenaikan. Pemerintah optimistis PDB per kapita bisa menembus angka USD3.000.
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, kondisi perekonomian dalam negeri semakin membaik dilihat dari pertumbuhan dan ketahanan ekonomi dalam negeri dari goncangan krisis global tahun 2008 lalu.
"Berdasarkan hasil sensus nasional yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa waktu lalu, PDB per kapita kita hampir mendekati USD3.000.Angka yang jauh meningkat dibanding tahun 2004 yang hanya mencapai USD1.189," ungkap Hatta saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta Sabtu (25/9) malam.
Hatta memaparkan, saat ini dari jumlah pekerja Indonesia yang mencapai 90 juta orang, 30 persen di antaranya termasuk berpenghasilan cukup tinggi, yakni USD5.000-6.000 per kapita. Sedangkan 10 persennya masih berpenghasilan rata-rata USD4.000 dan sisanya, 60 persen masih berkisar USD2.000 per kapita.
"Disparitas inilah pekerjaan besar untuk meningkatkan PDB per kapita kita agar lebih tinggi,”ujar Hatta.
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) /Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo menuturkan, saat ini PDB per kapita Indonesia masih berkisar di angka USD2.500-2.900.
“Bisa saja dalam waktu dekat PDB per kapita kita akan mencapai USD3.000,”ungkap Lukita.
Berdasarkan data yang dilansir BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 yang mencapai 4,5 persen mendorong pendapatan per kapita Indonesia pada 2009 naik menjadi Rp24,3 juta atau setara dengan USD 2.590,1.Angka tersebut menunjukkan peningkatan 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp21,7 juta (USD 2.269,9).
Sedangkan pada tahun 2007 PDB per kapita Indonesia hanya USD1.964,3. Berdasarkan data tersebut, ujar dia, dapat diartikan bahwa PDB per kapita Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun ke tahun.
“Itu menggambarkan kondisi pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia saat ini, dan besar kemungkinan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi,”kata Lukita.
Lukita menjelaskan, peningkatan PDB Indonesia yang kini di kisaran Rp7.000 triliun dengan PDB per kapita berada pada kisaran angka USD2.500-2.900, membuat Indonesia naik peringkat menjadi negara berpenghasilan menengah atau lower middle income country.
Namun, nominal PDB atau PDB per kapita tidak serta-merta dapat diartikan kayanya suatu negara. Menurut dia, PDB Indonesia yang cukup besar tidak serta-merta diikuti dengan besarnya PDB per kapita.
“Karena perhitungan ini tergantung banyaknya jumlah penduduk, dan Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar,”katanya.
Hal inilah yang membuat PDB per kapita Indonesia lebih rendah dibanding negara-negara lain. Namun, dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tetap ada sisi positif yang bisa dioptimalkan.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) terpilih Suryo Bambang Sulisto (SBS) menyatakan perekonomian Indonesia mengahadapi persaingan global dalam dalam upaya menuju perekonomian yang tangguh . Untuk itu, dia meminta semua seluruh unsur-unsur bisnis dan komponen bangsa bisa bekerja sama secara efektif dengan pemerintah. Menurut SBS, tantangan yang yang hadapi dalam lima tahun ke depan antara lain menggairahkan dunia usaha, meningkatkan dan menggenjot daya saing.
"Saya kira yang penting adalah bagaimana kita mempersatukan, jangan ada kesan seakan-akan ada terkotak-kotak dan sebagainya, kita persatukan kekuatan ekonomi,” jelasnya.
SBS menegaskan, akan fokus pada pembangunan ekonomi di daerah karena menutrutnya ekonomi di daerah adalah pusat kekuatan ekonomi bangsa. Dia melihat, peluang-peluang usaha banyak terdapat di daerah sehingga layak diberikan lebih banyak perhatian. “Kita perlu mendorong investor untuk berinvestasi di daerah dan ekonomi daerah bisa bangkit,” kata pria kelahiran Solo,11 Februari 1947 itu.(Koran SI/Koran SI/wdi)
sumber
Ekonomi RI Tumbuh Empat Kali Lebih Cepat dari AS
Minggu, 12 September 2010 - 09:16 wib
Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan dapat mencapai 6,2 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) hanya bisa menyentuh 1,6 persen.
Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa aliran dana asing (capital inflow) begitu derasnya masuk ke perekonomian Indonesia.
"Jika dilihat dari data tersebut, maka secara fudamental pertumbuhan ekonomi Indonesia masih empat kali lebih cepat dibandingkan AS. Ini menjadi alasan mengapa capital inflow masuk ke pasar Indonesia," ujar Vice President Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere, saat dihubungi wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Alasan lainnya adalah keuntungan berganda (double gain) yang membuat investor asing semakin agresif dalam memburu saham di bursa domestik.
Sepanjang Agustus 2010, nilai beli bersih investor asing (foreign nett buy) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan tercatat mencapai Rp90 miliar per hari.
"Selain mendapatkan capital gain (imbal hasil) dari kenaikan harga saham, investor asing juga mendapat dari nilai tukar rupiah yang menguat," jelas Pengamat Pasar Modal Felix Shindunata, di Jakarta, belum lama ini.(ade)
sumber
Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan dapat mencapai 6,2 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) hanya bisa menyentuh 1,6 persen.
Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa aliran dana asing (capital inflow) begitu derasnya masuk ke perekonomian Indonesia.
"Jika dilihat dari data tersebut, maka secara fudamental pertumbuhan ekonomi Indonesia masih empat kali lebih cepat dibandingkan AS. Ini menjadi alasan mengapa capital inflow masuk ke pasar Indonesia," ujar Vice President Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere, saat dihubungi wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Alasan lainnya adalah keuntungan berganda (double gain) yang membuat investor asing semakin agresif dalam memburu saham di bursa domestik.
Sepanjang Agustus 2010, nilai beli bersih investor asing (foreign nett buy) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan tercatat mencapai Rp90 miliar per hari.
"Selain mendapatkan capital gain (imbal hasil) dari kenaikan harga saham, investor asing juga mendapat dari nilai tukar rupiah yang menguat," jelas Pengamat Pasar Modal Felix Shindunata, di Jakarta, belum lama ini.(ade)
sumber
Orang Kaya Indonesia (juga) Meningkat
Senin, 4 Oktober 2010 - 15:25 wib
Pertumbuhan orang kaya di Indonesia tak kalah signifikan dibandingkan negara-negara lain di Asia-Pasifik. Dalam kelompok ekonomi emerging market, Indonesia bahkan termasuk salah satu negara mesin pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik.
Dari laporan Asia-Pasific Wealth Report 2010 yang dipublikasikan Capgemini Consulting Technology Outsourcing bekerja sama dengan Merril Lynch Wealth Management terungkap, jumlah populasi orang kaya di Indonesia pada akhir 2009 mencapai 24.000 orang. Artinya, jumlah orang berduit di Indonesia meningkat 28,3% dibanding 2008 yang hanya 19.000 orang.
Laporan tersebut juga mengungkapkan, angka pertumbuhan orang kaya di Indonesia lebih besar ketimbang Thailand yang hanya 19,6%, KoreaSelatan ( 21,2%), Jepang (20,8%), dan negara lainnya (11,1%). Tetapi, pertumbuhan populasi orang kaya di Indonesia masih di bawah Hong Kong yang mencapai 104,4%, India (50,9%), Taiwan (42,3%), Australia (34,4%), Singapura (32,7%), dan China (31%).
Kendati meningkat signifikan, dilihat dari sisi jumlah, populasi orang kaya di Indonesia termasuk rendah. Jumlah tertinggi dicapai Jepang dengan populasi orang kaya mencapai 1,65 juta orang. Lalu, negara di Asia-Pasifik dengan populasi orang kaya terbanyak kedua adalah China dengan 477.000 orang, diikuti Australia (174.000 orang). Posisi selanjutnya ditempati Korea Selatan dengan 127.000 orang, India juga 127.000 orang, Taiwan (83.000 orang), Singapura (82.000 orang), Hong Kong (76.000 orang), dan Thailand (50.000 orang).
Indonesia berada di urutan selanjutnya dengan populasi orang kaya sebanyak 24.000 orang. Sementara negara-negara lain termasuk Kazakhstan, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Srilanka, dan Vietnam diestimasikan memiliki populasi orang kaya sebanyak 154.000 atau tumbuh 11,1% dibanding tahun sebelumnya. Lalu, berdasarkan distribusi nilai kekayaan orang kaya di Asia-Pasifik, Indonesia menyumbang 0,8% atau sebesar USD80 miliar pada 2009. Angka ini meningkat 30,6% dibanding 2008.
Jepang tetap berada di urutan pertama dengan menyumbang USD3,89 triliun atau 40,3% dari total nilai kekayaan di kawasan dan meningkat 22,4% dibanding tahun sebelumnya. Kemudian disusul China dengan sumbangan nilai kekayaan USD2,347 triliun atau 24,3% dan meningkat 40,4% dibanding tahun sebelumnya. Australia menyumbang USD519 miliar atau 5,4% dan meningkat 36,7%.
Nilai kekayaan populasi orang kaya India sebesar USD477 miliar atau menyumbang 4,9% di kawasan. Sementara Hong Kong menyumbang 3,9% untuk kawasan dengan nilai kekayaan USD379 miliar. Nilai kekayaan populasi orang kaya Singapura sebesar USD369 miliar atau menyumbang 3,8% untuk kawasan. Korea Selatan menyumbang 3,5% dengan nilai kekayaan USD340 miliar. Taiwan menyumbang 2,7% dengan nilai kekayaan USD264 miliar dan Thailand menyumbang 2,4% dengan nilai kekayaan USD232 miliar.
Negara-negara lain diestimasikan menyumbang 7,8% untuk kawasan dengan nilai kekayaan USD749 miliar pada 2009. Laporan ini menyebutkan, China dan India diekspektasi akan menjadi negara di Asia-Pasifik dengan pertumbuhan populasi orang kaya tertinggi dalam beberapa tahun mendatang. Sementara negara-negara emerging market di antaranya Indonesia dan Thailand akan menjadi mesin utama pertumbuhan di kawasan ini untuk populasi orang kaya.
Negara-negara ini memiliki pertumbuhan rata-rata untuk populasi orang kaya sebesar 33,2% pada 2009 dengan nilai kekayaan meningkat lebih dari 40%. Meski demikian, China dan India masih tetap sebagai dua negara dengan pertumbuhan populasi orang kaya tercepat di dunia. Kemudian, berdasarkan laporan versi lain dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Juni 2010 terungkap, populasi orang kaya di Indonesia mencapai 200.000 orang.
Angka ini merupakan hitungan dari jumlah orang yang memiliki simpanan dana di bank di atas Rp1 miliar per orang. Hal itu belum termasuk aset lain di luar bank seperti aset fisik berbentuk rumah, tanah, dan bangunan lainnya. LPS melansir jumlah nasabah dengan simpanan di atas Rp100 juta ada sekira 2 juta. Meski sedikit berbeda dengan laporan Asia-Pasific Wealth Report 2010, LPS mengestimasikan pertumbuhan orang kaya di Indonesia pada 2010 sebesar 8,1%.
Laporan Asia Wealth Report 2010 juga memaparkan secara rinci ke mana saja distribusi investasi kekayaan para orang kaya di Asia-Pasifik termasuk Indonesia. Di antaranya untuk Indonesia sebanyak 33% aset kekayaan disimpan dalam bentuk tabungan atau deposito. Kemudian disusul investasi untuk real estat sebesar 22%, saham 19%, pendapatan tetap 16%, dan 10% untuk investasi alternatif yang di dalamnya termasuk kurs mata uang asing, derivatif, komoditas, dan lainnya.
Hal serupa juga dilakukan orang kaya Jepang di mana alokasi terbesar investasi terdapat pada tabungan dan deposito (29%), kemudian pendapatan tetap (25%), real estat (23%), saham (19%), dan investasi alternatif (4%). Hal berbeda ditunjukkan orang kaya di China yang lebih suka berinvestasi untuk saham (42%), baru kemudian real estat (27%), tabungan atau deposito (15%), pendapatan tetap (12%), serta investasi alternatif hanya 5%.
Berbeda alokasi investasi para orang kaya di Singapura terbesar justru untuk real estat (34%), kemudian disusul saham (25%), tabungan atau deposito (19%), pendapatan tetap (16%), dan investasi alternatif (5%). Serupa dengan Singapura, kebanyakan orang kaya di Australia lebih suka berinvestasi untuk real estat (40%), baru kemudian saham (25%), simpanan atau deposito (18%), pendapatan tetap (14%), dan investasi alternatif (4%). Sedangkan orang kaya di India lebih suka berinvestasi di saham (32%), pendapatan tetap (25%), real estat (22%), tabungan atau deposito (13%), dan investasi alternatif (8%).
Para orang kaya di Malaysia lebih suka berinvestasi di saham (30%), tabungan atau deposito (23%), pendapatan tetap (22%), real estat (22%), dan investasi alternatif (3%). “Di Jepang, Taiwan, dan Indonesia, para orang kaya tampaknya berinvestasi di saham dalam level yang rendah hanya antara 19–20%. Negara-negara ini memiliki pasar saham yang mapan. Orang-orang kaya di negara ini lebih suka berinvestasi pada pendapatan tetap dan real estat,” ungkap laporan ini.
Terkait ke negara mana saja investasi yang dilakukan para orang kaya di Asia-Pasifik termasuk Indonesia, mereka lebih menyukai berinvestasi di negaranya sendiri. Mereka juga sudah mulai mencari peluang untuk berinvestasi di kawasan lain seperti Timur Tengah dan Amerika Latin. Sekira 71% orang kaya di Indonesia lebih suka berinvestasi di kawasan Asia-Pasifik, 14% investasi di Amerika Utara, Eropa (8%), Afrika (6%), dan Timur Tengah (1%).
Sedangkan 85% orang kaya di China lebih suka berinvestasi di Asia-Pasifik. Sementara di kawasan Amerika Utara hanya 8%, Eropa (4%), Amerika Latin (3%), dan Afrika (1%). Tidak berbeda dengan para orang kaya di Singapura yang lebih suka berinvestasi di Asia-Pasifik (80%), Amerika Utara (9%), Eropa (8%), Amerika Latin (2%),dan Timur Tengah (1%). Sementara para orang kaya di Jepang yang lebih memilih berinvestasi di Asia-Pasifik mencapai 43%, Amerika Utara (30%), Eropa (13%), Amerika Latin (10%), Timur Tengah dan Afrika masing-masing 2%.
sumber
Pertumbuhan orang kaya di Indonesia tak kalah signifikan dibandingkan negara-negara lain di Asia-Pasifik. Dalam kelompok ekonomi emerging market, Indonesia bahkan termasuk salah satu negara mesin pertumbuhan kawasan Asia-Pasifik.
Dari laporan Asia-Pasific Wealth Report 2010 yang dipublikasikan Capgemini Consulting Technology Outsourcing bekerja sama dengan Merril Lynch Wealth Management terungkap, jumlah populasi orang kaya di Indonesia pada akhir 2009 mencapai 24.000 orang. Artinya, jumlah orang berduit di Indonesia meningkat 28,3% dibanding 2008 yang hanya 19.000 orang.
Laporan tersebut juga mengungkapkan, angka pertumbuhan orang kaya di Indonesia lebih besar ketimbang Thailand yang hanya 19,6%, KoreaSelatan ( 21,2%), Jepang (20,8%), dan negara lainnya (11,1%). Tetapi, pertumbuhan populasi orang kaya di Indonesia masih di bawah Hong Kong yang mencapai 104,4%, India (50,9%), Taiwan (42,3%), Australia (34,4%), Singapura (32,7%), dan China (31%).
Kendati meningkat signifikan, dilihat dari sisi jumlah, populasi orang kaya di Indonesia termasuk rendah. Jumlah tertinggi dicapai Jepang dengan populasi orang kaya mencapai 1,65 juta orang. Lalu, negara di Asia-Pasifik dengan populasi orang kaya terbanyak kedua adalah China dengan 477.000 orang, diikuti Australia (174.000 orang). Posisi selanjutnya ditempati Korea Selatan dengan 127.000 orang, India juga 127.000 orang, Taiwan (83.000 orang), Singapura (82.000 orang), Hong Kong (76.000 orang), dan Thailand (50.000 orang).
Indonesia berada di urutan selanjutnya dengan populasi orang kaya sebanyak 24.000 orang. Sementara negara-negara lain termasuk Kazakhstan, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Srilanka, dan Vietnam diestimasikan memiliki populasi orang kaya sebanyak 154.000 atau tumbuh 11,1% dibanding tahun sebelumnya. Lalu, berdasarkan distribusi nilai kekayaan orang kaya di Asia-Pasifik, Indonesia menyumbang 0,8% atau sebesar USD80 miliar pada 2009. Angka ini meningkat 30,6% dibanding 2008.
Jepang tetap berada di urutan pertama dengan menyumbang USD3,89 triliun atau 40,3% dari total nilai kekayaan di kawasan dan meningkat 22,4% dibanding tahun sebelumnya. Kemudian disusul China dengan sumbangan nilai kekayaan USD2,347 triliun atau 24,3% dan meningkat 40,4% dibanding tahun sebelumnya. Australia menyumbang USD519 miliar atau 5,4% dan meningkat 36,7%.
Nilai kekayaan populasi orang kaya India sebesar USD477 miliar atau menyumbang 4,9% di kawasan. Sementara Hong Kong menyumbang 3,9% untuk kawasan dengan nilai kekayaan USD379 miliar. Nilai kekayaan populasi orang kaya Singapura sebesar USD369 miliar atau menyumbang 3,8% untuk kawasan. Korea Selatan menyumbang 3,5% dengan nilai kekayaan USD340 miliar. Taiwan menyumbang 2,7% dengan nilai kekayaan USD264 miliar dan Thailand menyumbang 2,4% dengan nilai kekayaan USD232 miliar.
Negara-negara lain diestimasikan menyumbang 7,8% untuk kawasan dengan nilai kekayaan USD749 miliar pada 2009. Laporan ini menyebutkan, China dan India diekspektasi akan menjadi negara di Asia-Pasifik dengan pertumbuhan populasi orang kaya tertinggi dalam beberapa tahun mendatang. Sementara negara-negara emerging market di antaranya Indonesia dan Thailand akan menjadi mesin utama pertumbuhan di kawasan ini untuk populasi orang kaya.
Negara-negara ini memiliki pertumbuhan rata-rata untuk populasi orang kaya sebesar 33,2% pada 2009 dengan nilai kekayaan meningkat lebih dari 40%. Meski demikian, China dan India masih tetap sebagai dua negara dengan pertumbuhan populasi orang kaya tercepat di dunia. Kemudian, berdasarkan laporan versi lain dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Juni 2010 terungkap, populasi orang kaya di Indonesia mencapai 200.000 orang.
Angka ini merupakan hitungan dari jumlah orang yang memiliki simpanan dana di bank di atas Rp1 miliar per orang. Hal itu belum termasuk aset lain di luar bank seperti aset fisik berbentuk rumah, tanah, dan bangunan lainnya. LPS melansir jumlah nasabah dengan simpanan di atas Rp100 juta ada sekira 2 juta. Meski sedikit berbeda dengan laporan Asia-Pasific Wealth Report 2010, LPS mengestimasikan pertumbuhan orang kaya di Indonesia pada 2010 sebesar 8,1%.
Laporan Asia Wealth Report 2010 juga memaparkan secara rinci ke mana saja distribusi investasi kekayaan para orang kaya di Asia-Pasifik termasuk Indonesia. Di antaranya untuk Indonesia sebanyak 33% aset kekayaan disimpan dalam bentuk tabungan atau deposito. Kemudian disusul investasi untuk real estat sebesar 22%, saham 19%, pendapatan tetap 16%, dan 10% untuk investasi alternatif yang di dalamnya termasuk kurs mata uang asing, derivatif, komoditas, dan lainnya.
Hal serupa juga dilakukan orang kaya Jepang di mana alokasi terbesar investasi terdapat pada tabungan dan deposito (29%), kemudian pendapatan tetap (25%), real estat (23%), saham (19%), dan investasi alternatif (4%). Hal berbeda ditunjukkan orang kaya di China yang lebih suka berinvestasi untuk saham (42%), baru kemudian real estat (27%), tabungan atau deposito (15%), pendapatan tetap (12%), serta investasi alternatif hanya 5%.
Berbeda alokasi investasi para orang kaya di Singapura terbesar justru untuk real estat (34%), kemudian disusul saham (25%), tabungan atau deposito (19%), pendapatan tetap (16%), dan investasi alternatif (5%). Serupa dengan Singapura, kebanyakan orang kaya di Australia lebih suka berinvestasi untuk real estat (40%), baru kemudian saham (25%), simpanan atau deposito (18%), pendapatan tetap (14%), dan investasi alternatif (4%). Sedangkan orang kaya di India lebih suka berinvestasi di saham (32%), pendapatan tetap (25%), real estat (22%), tabungan atau deposito (13%), dan investasi alternatif (8%).
Para orang kaya di Malaysia lebih suka berinvestasi di saham (30%), tabungan atau deposito (23%), pendapatan tetap (22%), real estat (22%), dan investasi alternatif (3%). “Di Jepang, Taiwan, dan Indonesia, para orang kaya tampaknya berinvestasi di saham dalam level yang rendah hanya antara 19–20%. Negara-negara ini memiliki pasar saham yang mapan. Orang-orang kaya di negara ini lebih suka berinvestasi pada pendapatan tetap dan real estat,” ungkap laporan ini.
Terkait ke negara mana saja investasi yang dilakukan para orang kaya di Asia-Pasifik termasuk Indonesia, mereka lebih menyukai berinvestasi di negaranya sendiri. Mereka juga sudah mulai mencari peluang untuk berinvestasi di kawasan lain seperti Timur Tengah dan Amerika Latin. Sekira 71% orang kaya di Indonesia lebih suka berinvestasi di kawasan Asia-Pasifik, 14% investasi di Amerika Utara, Eropa (8%), Afrika (6%), dan Timur Tengah (1%).
Sedangkan 85% orang kaya di China lebih suka berinvestasi di Asia-Pasifik. Sementara di kawasan Amerika Utara hanya 8%, Eropa (4%), Amerika Latin (3%), dan Afrika (1%). Tidak berbeda dengan para orang kaya di Singapura yang lebih suka berinvestasi di Asia-Pasifik (80%), Amerika Utara (9%), Eropa (8%), Amerika Latin (2%),dan Timur Tengah (1%). Sementara para orang kaya di Jepang yang lebih memilih berinvestasi di Asia-Pasifik mencapai 43%, Amerika Utara (30%), Eropa (13%), Amerika Latin (10%), Timur Tengah dan Afrika masing-masing 2%.
sumber
Iklan Mobile Internet Indonesia di Atas AS
Label:
technology
/
Comments: (0)
Meski demikian, pengeluaran dari pengiklan untuk beriklan cenderung berfluktuasi.
JUM'AT, 8 OKTOBER 2010, 10:46 WIB
Muhammad Firman (VIVAnews)
VIVAnews - Dari laporan Indeks Mobile Advertising Global untuk periode kuartal ketiga 2010 yang dirilis oleh BuzzCity, perusahaan mobile media global tersebut mencatat bahwa jumlah iklan banner mobile Indonesia masih paling tinggi.
Meski demikian, untuk pasar Indonesia, belanja iklan yang dikeluarkan pengiklan cenderung berfluktuasi. Ini menyebabkan penurunan pada angka jumlah iklan banner yang terpasang (-16%) dibandingkan periode sebelumhya.
“Menurunnya jumlah iklan mobile seiring dengan berkurangnya permintaan dari pengiklan dibanding dengan kuartal sebelumnya,” kata KF Lai, Chief Executive Officer BuzzCity, pada keterangannya, 8 Oktober 2010.
Berikut ini jumlah iklan banner kuartal ketiga 2010 di BuzzCity Mobile Internet Ad Network:
Meski demikian, untuk pasar Indonesia, belanja iklan yang dikeluarkan pengiklan cenderung berfluktuasi. Ini menyebabkan penurunan pada angka jumlah iklan banner yang terpasang (-16%) dibandingkan periode sebelumhya.
“Menurunnya jumlah iklan mobile seiring dengan berkurangnya permintaan dari pengiklan dibanding dengan kuartal sebelumnya,” kata KF Lai, Chief Executive Officer BuzzCity, pada keterangannya, 8 Oktober 2010.
Berikut ini jumlah iklan banner kuartal ketiga 2010 di BuzzCity Mobile Internet Ad Network:
| Rank | Negara | Q3 2010 | Pertumbuhan |
| 1 | Indonesia | 3,685,538,814 | -16% |
| 2 | India | 3,681,308,166 | 70% |
| 3 | Amerika Serikat | 976,971,596 | 30% |
| 4 | Afrika Selatan | 700,490,789 | 18% |
| 5 | Kenya | 506,116,064 | 116% |
| 6 | Arab Saudi | 297,305,172 | 68% |
| 7 | Vietnam | 293,177,502 | 8% |
| 8 | Libya | 255,180,248 | 154% |
| 9 | Inggris | 239,048,780 | 25% |
| 10 | Malaysia | 193,599,038 | 22% |
| 11 | Kanada | 157,398,150 | -22% |
| 12 | China | 145,609,870 | 130% |
| 13 | Meksiko | 135,747,207 | 18% |
| 14 | Bangladesh | 134,419,000 | -9% |
| 15 | Thailand | 128,012,118 | 31% |
| 16 | Australia | 113,504,284 | 44% |
| 17 | Nigeria | 111,534,669 | -27% |
| 18 | Korea Selatan | 105,241,661 | 97% |
| 19 | Mesir | 100,780,012 | -39% |
| 20 | Turki | 100,476,860 | 66% |
Di pasar iklan mobile di Indonesia, khususnya pada jaringan iklan BuzzCity, terlihat pertumbuhan sebesar 57% selama bulan September 2010. “Hal ini mencerminkan mulai kembalinya kesadaran akan pentingnya media mobile dan kesiapan dari para pengiklan untuk bereksperiman dengan media baru ini,” ucap Lai.
Berikut tren pertumbuhan belanja iklan mobile Indonesia pada jaringan iklan BuzzCity.
| Bulan | Pertumbuhan |
| Januari | -12% |
| Februari | 33% |
| Maret | 44% |
| April | 30% |
| Mei | -42% |
| Juni | -37% |
| Juli | -16% |
| Agustus | 25% |
| September | 57% |
"Walaupun terjadi fluktuasi pertumbuhan pada industri iklan mobile Indonesia, kami tetap menilai Indonesia sebagai pasar yang kuat di tingkat regional,” ucap Lai. “Kami percaya bahwa pasar iklan mobile di Indonesia akan bertumbuh secara stabil dalam beberapa bulan kedepan,” ucapnya.
Sebagai informasi, Indeks Mobile Advertising Global mencatat setiap aktivitas periklanan diseluruh Jaringan Iklan BuzzCity, termasuk 2.500 penerbit konten di seluruh dunia. Data tersebut mewakili permintaan para pengiklan untuk iklan mobile internet.
Industri global mobile advertising sendiri tumbuh sebesar 17% di kuartal ketiga 2010. Dari 200 negara yang dijangkau jaringannya, BuzzCity berhasil meraih 15 miliar impresi pada kuartal tersebut.
• sumber: VIVAnewsSebagai informasi, Indeks Mobile Advertising Global mencatat setiap aktivitas periklanan diseluruh Jaringan Iklan BuzzCity, termasuk 2.500 penerbit konten di seluruh dunia. Data tersebut mewakili permintaan para pengiklan untuk iklan mobile internet.
Industri global mobile advertising sendiri tumbuh sebesar 17% di kuartal ketiga 2010. Dari 200 negara yang dijangkau jaringannya, BuzzCity berhasil meraih 15 miliar impresi pada kuartal tersebut.
