Omzet Perusahaan RI di Amerika Miliaran Dolar

"Kami surprise ternyata banyak warga Indonesia yang bekerja dan menjadi pengusaha di AS."
JUM'AT, 17 DESEMBER 2010, 22:09 WIB Arinto Tri Wibowo, Iwan Kurniawan


Ketua Umum Hipmi, Erwin Aksa (VIVAnews/Anda Nurlaila)

VIVAnews - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)-US Trade Mission 2010 berpotensi membuka hubungan antara pengusaha Indonesia yang berada di Amerika Serikat. Bahkan, Hipmi berencana untuk merekrut pengusaha Indonesia yang berbasis di Amerika guna menjadi representatif Hipmi di sana.

"Kami surprise ternyata banyak warga negara Indonesia yang bekerja dan menjadi pengusaha di Amerika," kata Ketua Umum Hipmi, Erwin Aksa, di Jakarta, Jumat 17 Desember 2010.

Menurut Erwin, ada pengusaha Indonesia yang mempunyai perusahaan di sektor teknologi dan informasi (TI) bernama Marvel Technology, yang memproduksi semi konduktor di Silicon Valey yang menjadi pusat TI dunia. Omzetnya mencapai miliaran dolar AS.

"Ini memberikan inspirasi bagi kami dan merupakan kebanggaan bagi Indonesia," ujarnya.

Selain membuka kantor representatif di Amerika, dia menjelaskan, Hipmi sukses melakukan kerja sama bisnis antara pengusaha Indonesia dan Amerika. Bisnis itu antara lain di industri furnitur. Beberapa pengusaha furnitur Indonesia akan memasok untuk hotel-hotel di Amerika.

Bahkan, beberapa hari setelah kepulangan rombongan Hipmi, pengusaha Amerika yang datang ke Indonesia juga membuka hotel di Bandung, Yogyakarta, dan Bali. "Untuk nilainya kami tidak bisa berikan karena setiap bisnis bersifat confidential," kata Erwin.

Selain itu, dia menambahkan, HIPMI juga membuka jaringan bagi pengusaha Indonesia yang tertarik untuk membuka usaha waralaba asal Amerika. Hipmi telah bertemu dengan International Franchise Assosiation untuk membuka jaringan.
Nantinya, bagi pengusaha yang akan membuka bisnis waralaba asal Amerika, pengusaha tinggal menghubungi asosiasi waralaba Amerika tersebut.

Hipmi pun tertarik untuk mengimplementasikan Angel Investors Community. Lembaga ini berperan sebagai bapak angkat yang berkomitmen untuk membantu pendanaan pengusaha pemula guna memulai suatu bisnis. "Tindak lanjut kerja sama Hipmi akan dikoordinasikan dengan perwakilan RI di Amerika Serikat," katanya. (hs)
sumber

Pertamakali, Merah Putih di Puncak Antartika

Mereka sempat tertahan di Union Glacier selama satu malam
RABU, 15 DESEMBER 2010, 05:09 WIB Ismoko Widjaya
Tim ISSEMU penakluk puncak tertinggi Antartika (Tim ISSEMU 2009-2012)

VIVAnews - Akhirnya tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Universitas Parahyangan (ISSEMU) 2009 – 2012 berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di Benua Antartika, Puncak Vinson, Chili. Puncak setinggi 4.892 meter dari permukaan laut (mdpl) ini pertama kalinya ditaklukkan warga negara Indonesia.

Dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com, berita haru ini langsung disampaikan Ketua Pendaki ISSEMU 2009–2010, Sofyan Arief Fesa lewat sambungan langsung via Iridium (telepon satelit) di Puncak Vinson kepada rekan-rekan di Sekretariat Mahitala, Bandung.

Tim sempat mengalami masalah di beberapa titik. Mereka sempat tertahan di Union Glacier selama satu malam, di Vinson Base Camp selama tiga malam dan di High Camp yang setinggi 3.700 mdpl selama dua malam.

Tim itu terdiri dari Sofyan Arief Fesa (27), Frans (23), Janatan Ginting (21), Broery Andrew Sihombing (21), dan Budi Hartono Purnomo (51). Mereka mencapai Puncak Vinson tepat pada tanggal 13 Desember 2010 sekitar pukul 17.07 waktu Chili atau tanggal 14 Desember 2010 sekitar pukul 03.07 dini hari.

Mereka memulai pendakian pada pukul 13.15 waktu Chile berjalan dengan perlahan dari High Camp dengan diliputi suhu minus 30 derajat Celsius. Tim sempat terhambat cuaca buruk di Union Glacier selama tiga malam. Dengan suhu hingga – 28 derajat Celsius, tim harus bertahan dan tetap berjalan secara perlahan untuk menambah elevasi yang lebih tinggi.

Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta pada tanggal 28 November 2009 mengantarkan tim ke Kota Santiago tempat mereka diterima langsung Duta Besar Indonesia untuk Chili, Aloysius Alle Medja beserta para staf di KBRI Santiago, Chile.

Tim bertolak menuju Antartika pada 3 Desember 2010 waktu Chili atau 15.00 WIB. Tim ditemani dua pemandu yaitu Hiro Kuraoka (Jepang) dan Michael Horst (Kanada). Ditambah seorang pendaki tamu bernama Kiyomi Takiguchi (Jepang) yang sudah pernah mencapai Puncak Everest.

Kemiringan jalur pendakian menuju Puncak Vinson kira-kira mencapai 40 derajat dan slope mendekati puncak. Puncak Vinson adalah satu-satunya gundukan salju kecil yang paling tinggi di jajaran Pegunungan Ellsworth, Antartika.

Dari sini tim dapat memandang seluruh dataran putih Antartika disertai Bendera Merah Putih yang menancap tegak terkibar di titik tertinggi Benua Antartika.

Kegiatan pendakian ini merupakan rangkaian dari kegiatan ekspedisi pendakian tujuh gunung tertinggi di tujuh benua (Seven Summits) yang dilakukan oleh Tim ISSEMU, yaitu: Carstensz Pyramid (4.884 mdpl), Indonesia (Australasia); Kilimanjaro (5.895 mdpl), Kenya (Afrika); Elbrus (5.642 mdpl), Rusia (Eropa); Vinson (4.892 mdpl), Antartica; Aconcagua (6.962 mdpl), Argentina (Amerika Selatan); Everest (8.848 mdpl), Nepal (Asia); dan Denali (6.194 mdpl) Alaska (Amerika Utara). (sj)
Sumber

Siswa Indonesia Sabet 3 Emas & 4 Perak di Ajang IJSO Nigeria

Jakarta - The 7th International Junior Science Olympiad (IJSO) olimpiade sains junior tingkat internasional baru saja selesai dihelt di Abuja, Nigeria. Peserta dari Indonesia berhasil memperoleh 3 emas, 4 perak, dan 1 perunggu di ajang bergengsi tersebut.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (11/12/2010), kompetisi sains tersebut seluruhnya diikuti oleh 35 negara dari benua ASIA, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Acara berlangsung dari tanggal 2 hingga 10 Desember yang lalu.

"IJSO merupakan kegiatan olimpiade sains junior tahunan untuk perorangan dan tim/kelompok dengan batasan umur dibawah 15 tahun pada tanggal 31 Desember dalam tahun dilaksanakannya perlombaan," tulis Catur Hadianto, Pelaksana Fungsi Penerangan KBRI Abuja.

Dikatakannya, IJSO bertujuan untuk meningkatkan minat generasi muda dalam mengembangkan sains dan murni untuk pendidikan. Indonesia merupakan pemrakarsa berdirinya olimpiade sains junior ini. IJSO pertama di Jakarta pada Desember 2004.

"Dalam kesempatan IJSO ke-7 di Nigeria kali ini, Indonesia mengirimkan 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 siswa didampingi oleh para tim leader-nya," imbuh Catur.

Acara ditutup oleh Menteri Federation Capital Territory (FCT) Nigeria yang diwakili Deputy Minister of FCT Nigeria. Duta Besar RI untuk Nigeria Bapak Sudirman Haseng turut hadir dan menyaksikan pengalungan medali kepada para pemenang lomba.

sumber (irw/irw)

Indonesia Raih Juara I di Ajang Robotik Dunia


by Nur Hasanah | November 16th, 2010 | Categories: Other

Setelah melalui babak penyaringan di Indonesia melalui kompetisi Indonesia Robotic Olympiad (IRO) bulan Agustus 2010 lalu, kini peserta dari Indonesia berhasil mencetak prestasi yang membanggakan dalam kompetisi World Robotic Olympiad yang dilangsungkan di SMX Convention Centre Hall, Philipines, Manila.
Peserta dari Indonesia berhasil raih juara I
Pada kompetisi robotik ini, satu tim perwakilan dari Indonesia berhasil meraih medali emas dalam category Robot Soccer. Category ini diikuti oleh 21 tim dari berbagai negara. Sebelumnya pada World Robotic Olympiad 2009, Indonesia juga telah berhasil meraih prestasi juara 2, 3 dan 5.
Event International robotik yang dilaksanakan awal November kemarin ini diramaikan oleh 700 peserta yang berasal dari 22 negara. Untuk lomba yang sudah berlangsung selama tujuh kali ini, Indonesia mengirimkan 38 peserta, yang terbagi menjadi 11 tim untuk mengkuti Regular Category dan Robot Soccer Category.
Menurut rencana, event WRO 2011 selanjutnya akan diadakan di Abu Dhabi. Diharapkan  peserta dari Indonesia bisa terus berprestasi dan mendapatkan prestasi yang lebih tinggi lagi. Maju terus anak bangsa! (NH)

Goldman Sachs Meleset Prediksi Ekonomi RI

Goldman Sachs semula memperkirakan PDB Indonesia akan mencapai US$419 miliar pada 2010.
KAMIS, 4 NOVEMBER 2010, 05:05 WIB Heri Susanto

VIVAnews - Prediksi lembaga keuangan bergengsi Goldman Sachs soal ekonomi Indonesia dinilai meleset karena terlalu konservatif. Yang terjadi, perkembangan ekonomi Indonesia melebihi perkiraan awal Goldman Sachs.

Goldmans Sachs dalam laporan "Next11: Not Just an Acronyim" yang dirilis pada 2007 menyebutkan Produk Domestik Bruto ekonomi Indonesia diperkirakan akan mencapai US$419 miliar pada 2010. "Faktanya, sekarang PDB Indonesia sudah di atas US$700 miliar," kata ekonom Cyrillus Harinowo kepada VIVAnews di Jakarta, 3 November 2010.

Ini sama dengan prediksi Goldman Sachs soal ekonomi China. Dalam laporan "Dreaming with BRICs: The Path to 2050" yang dipublikasikan 2003, lembaga keuangan ternama ini semula memperkirakan ekonomi China akan mengalahkan Jerman dalam beberapa tahun ke depan, Jepang pada 2015 dan Amerika Serikat pada 2041.

Faktanya, ekonomi China mengalahkan Jerman pada 2007 dan menyisihkan Jepang pada Juli 2010. Sekarang, Goldman Sachs memperkirakan ekonomi China akan menggeser Amerika Serikat pada 2027.

Goldman Sachs adalah konsultan keuangan yang mempopulerkan BRIC, akronim yang merujuk pada empat negara calon kekuatan ekonomi baru dunia pada 2020. BRIC kepanjangan dari Brazil, Rusia, India dan China. Total produk domestik bruto (PDB) BRIC diperkirakan mencapai US$30,2 triliun atau melampaui PDB tujuh negara industri maju (G-7) pada 2027. Bahkan, BRIC akan menjadi kekuatan ekonomi paling dominan pada 2050.

Kemudian, Goldman Sachs mempopulerkan potensi kekuatan ekonomi baru lainnya, yang disebutnya dengan istilah Next11. Ini mencakup Indonesia, Turki, Korea Selatan, Meksiko, Iran, Nigeria, Mesir, Filipina, Pakistan, Vietnam dan Bangladesh. Dalam prediksinya, Goldman Sachs memperkirakan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor tujuh pada 2050.

Namun, melihat perkembangan yang terjadi, Harinowo jauh lebih optimistis dari perkiraan Goldman Sachs. "Buktinya, prediksi Goldman Sachs dikalahkan oleh realitas yang lebih baik," kata dia. "Jadi, bisa saja nanti Goldman Sachs akan merevisi lagi proyeksi ekonomi tentang Indonesia."

Saat ini, kata dia, dari sisi volume ekonomi dengan PDB US$700 miliar, Indonesia menempati urutan ke-18 di dunia. Tahun depan, diperkirakan Indonesia akan melewati Turki di posisi ke-17.

Dengan PDB semakin besar, berarti pendapatan per kapita penduduk Indonesia juga semakin besar. Saat ini saja, pendapatan per kapita Indonesia sudah menembus US$3000. "Karena itu, bangsa Indonesia harus optimistis menatap kemakmuran yang akan lebih baik di masa mendatang," kata mantan Deputi Gubernur BI ini.

Laba Perusahaan Tambang BUMN Melonjak 225%

Peningkatan itu dipicu kenaikan volume penjualan komoditas feronikel dan bijih nikel.
RABU, 3 NOVEMBER 2010, 08:25 WIB Antique, Iwan Kurniawan



VIVAnews - PT Aneka Tambang Tbk (Antam berkode saham ANTM) mengumumkan laba konsolidasi tidak diaudit perseroan untuk kuartal III 2010 naik tajam 225 persen menjadi Rp950 miliar, dengan laba bersih per saham sebesar Rp99,81.
Jumlah ini meningkat dibandingkan pencapaian laba periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat hanya sebesar Rp293 miliar, dengan laba bersih per saham sebesar Rp30,69.

Menurut keterangan perseroan, peningkatan kinerja perusahaan tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut sebagian besar dipicu kenaikan volume penjualan komoditas feronikel dan bijih nikel yang memiliki marjin lebih besar, serta harga jual komoditas inti Antam.
Antam mencatat kenaikan laba bersih, meski nilai penjualan turun karena penurunan transaksi logam mulia yang dihentikan seiring dengan fluktuasi harga emas yang sulit diprediksi sehingga meningkatkan risiko.

Penjualan bersih Antam turun sembilan persen menjadi Rp5,7 triliun dari Rp6,3 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan sebesar Rp539 miliar ini disebabkan adanya penurunan nilai pendapatan dari penjualan emas dan perak, seiring dengan penurunan hasil penjualan trading logam mulia.

Nilai penjualan emas dan perak Antam pada Kuartal III-2010 tercatat sebesar Rp1,9 triliun, turun 48 persen dibandingkan Kuartal III-2009 dengan kontribusi dari kegiatan trading emas dan perak pada Kuartal III-2010 mencapai 56 persen dari nilai penjualan.

Penurunan kegiatan perdagangan menyebabkan volume penjualan emas  kuartal III-2010 turun 50 persen menjadi 5.004 kilogram (kg) dibandingkan periode yang sama 2009 dan penurunan volume penjualan perak sebesar 39 persen menjadi 32.252 kg.
Sementara itu, total produksi emas Antam pada kuartal III-2010 tercatat 2.035 kg yang terdiri dari 1.884 kg produksi Pongkor dan 151 kg produksi dari tambang emas yang baru di Cibaliung. Sedangkan produksi perak Pongkor tercatat 14.058 kg, dengan produksi perak Cibaliung sebesar 524 kg.

Miliarder Warren Buffet Lirik Indonesia

Warren Buffet merupakan orang terkaya nomor tiga di dunia versi majalah Forbes.
SELASA, 19 OKTOBER 2010, 07:10 WIB Ita Lismawati F. Malau, Ismoko Widjaya


VIVAnews - Bila tidak ada aral melintang, konglomerat asal Amerika Serikat (AS), Warren Buffet, akan menanam modal di Indonesia. Melalui perusahaan pembuat baterai dan mobil listrik Build Your Dreams (BYD) Co Ltd Investor yang berbasis di China, Buffet berminat berinvestasi di Indonesia.

"Dijadwalkan sekitar pukul 15.00, pada 20 Oktober 2010, Wakil Presiden akan bertemu CEO BYD (Wang Chuanfu)," kata juru bicara Wakil Presiden Yopie Hidayat kepada wartawan di Nanning Hotel, Nanning, China, Selasa 19 Oktober 2010.

Yopie belum bisa memberikan penjelasan seperti apa detail realisasi dari renana tersebut. "Saat ini statusnya masih to be confirmed. Mudah-mudahan dia mau investasi di Indonesia," kata Yopie.

Bos BYD di China, Wang Chuanfu, merupakan orang terkaya nomor satu di Negeri Tirai Bambu. Sedangkan Warren Buffet, miliarder nerusia 79 tahun, merupakan orang terkaya nomor tiga di dunia versi majalah Forbes.

BYD yang baru berdiri tujuh tahun lalu itu kini telah menjadi perusahaan otomotif nomor enam terbesar di China. Perusahaan ini menjadi salah satu yang menetapkan jadi atau tidaknya kendaraan elektrik atau hybrid sebagai rencana kendaraan pakai dalam jangka panjang.

VIVAnews

Kekuatan Militer Indonesia No 14 Dunia

Berdasarkan Sources: US Library of Congress; Central Intelligence Agency ( CIA ) Kekuatan Militer Indonesia masuk dalam rangking 14 di seluruh Dunia. Survey tersebut didasarkan beberapa aspek. untuk kekuatan perang bangsa kita, lihat saja detail-nya sebagai berikut :

PERSONNEL
Total Population: 237,512,352 [2008]
Population Available: 125,530,542 [2008]
Fit for Military Service: 104,496,911 [2008]
Reaching Military Age Annually: 4,291,700 [2008]
Active Military Personnel: 316,000 [2008]
Active Military Reserve: 400,000 [2008]
Active Paramilitary Units: 207,000 [2008]

ARMY
Total Land-Based Weapons: 2,122
Tanks: 425 [2004]
Armored Personnel Carriers: 684 [2004]
Towed Artillery: 293 [2004]
Self-Propelled Guns: 70 [2004]
Anti-Aircraft Weapons: 515 [2004]

AIR FORCE
Total Aircraft: 313 [2004]
Helicopters: 194 [2004]
Serviceable Airports: 652 [2007]

NAVY
Total Navy Ships: 111
Merchant Marine Strength: 971 [2008]
Major Ports and Harbors: 10
Aircraft Carriers: 0 [2008]
Destroyers: 0 [2008]
Submarines: 2 [2004]
Frigates: 15 [2004]
Patrol & Coastal Craft: 24 [2004]
Mine Warfare Craft: 12 [2004]
Amphibious Craft: 26 [2004]

LOGISTICAL
Labor Force: 109,900,000 [2007]
Roadways: 391,009 km
Railways: 6,458 km

FINANCES (USD)
Defense Budget: $4,740,000,000 [2008]
Foreign Exch. & Gold: $56,920,000,000 [2007]
Purchasing Power: $843,700,000 [2008]

OIL
Oil Production: 837,500 bbl/day [2007]
Oil Consumption: 1,100,000 bbl/day [2006]
Proven Oil Reserves: 4,430,000,000 bbl [2007]

GEOGRAPHIC
Waterways: 21,579 km
Coastline: 54,716 km
Square Land Area: 1,919,440 km

Berikut 20 Peringkat Kekuatan Militer Didunia
1
Map of United States of AmericaU.S.A.
2
Map of ChinaChina
3
Map of RussiaRussia
4
Map of IndiaIndia
5
Map of United KingdomU.K.
6
Map of FranceFrance
7
Map of GermanyGermany
8
Map of BrazilBrazil
9
Map of JapanJapan
10
Map of TurkeyTurkey
11
Map of IsraelIsrael
12
Map of South KoreaSouth Korea
13
Map of ItalyItaly
14
Map of IndonesiaIndonesia
15
Map of PakistanPakistan
16
Map of TaiwanTaiwan
17
Map of EgyptEgypt
18
Map of IranIran
19
Map of MexicoMexico
20
Map of North KoreaNorth Korea
sumber

Siapa Bilang Indonesia Tak Bisa?

Koran SI
Minggu, 10 Oktober 2010 - 13:29 wib



TIDAK diragukan, jika industri pertahanan dalam negeri bisa bangkit dan mencapai kemandirian, akan banyak manfaat yang didapat. Indonesia tidak hanya mendapatkan pengakuan atas kekuatan pertahanan dalam konteks hubungan internasional.

Secara ekonomi, Indonesia akan mampu menumbuhkan industri di dalam negeri. Dengan memproduksi sendiri alutsista, biaya yang dikeluarkan jauh lebih efisien ketimbang membeli. Indonesia tidak akan lagi tergantung dengan pasokan suku cadang alutsista dari negara produsen dan tidak perlu menghabiskan banyak devisa untuk mengimpor alutsista dan suku cadangnya. Apalagi pengalaman yang selama ini terjadi, negara produsen alutsista sering memberlakukan sistem yang merepotkan negara-negara pembeli. Terlebih, jika negara pembeli terkena embargo. Karena itu, memiliki industri pertahanan sendiri akan berdampak pada pemenuhan sistem pertahanan yang lebih efisien dan efektif. Dalam hal daya saing di bidang pertahanan, banyak pihak prihatin.

Maklum alutsista Indonesia dapat dikata lebih uzur dibanding milik negara tetangga, seperti Malaysia. Geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, sudah selayaknya mendapat dukungan alutsista yang mumpuni. Tetapi apa lacur, selama ini pemenuhan postur pertahanan dengan sistem alutsista yang memadai masih jauh dari harapan. Ibaratnya, asap jauh dari api. Masalah pendanaan disebut-sebut sebagai faktor utama pemenuhan alutsista Indonesia tertinggal dibanding negara lain.

Pengamat militer Universitas Indonesia (UI) Andi Widjajanto menegaskan, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk bisa menjadi salah satu negara produsen industri pertahanan paling utama di dunia.

Selain karena pasarnya sudah besar, potensi bangkitnya industri pertahanan lokal sebenarnya sudah tampak jauh-jauh hari. Hanya, terpaan krisis tahun 1998 mengharuskan industri pertahanan dalam negeri yang sedang dirintis langsung kolaps. ”Penelitian dari Inggris menyatakan bahwa Indonesia merupakan satu dari tujuh negara besar di dunia yang diprediksi bakal menguasai industri pertahanan dunia,” ujarnya. Prediksi ini menurut Andi, sebagaimana diestimasikan oleh pakar pertahanan kesohor Richard A Bitzinger, ada tujuh negara yang bakal menguasai industri pertahanan di masa mendatang.

Ketujuh negara itu adalah Amerika Serikat (AS), Rusia, China, Eropa Barat, Brasil, India, dan Indonesia. Selain itu, ketujuh negara tersebut yang diperkirakan akan memiliki pertahanan yang terkuat di antara negara-negara di dunia. ”Artinya, kita sebenarnya memiliki kemampuan tidak hanya untuk mandiri dalam bidang pertahanan namun juga disejajarkan dengan negara-negara lain yang memiliki pertahanan terkuat di dunia,” paparnya. Mencontoh keberhasilan Brasil dan India, yang kini industri pertahanannya mulai maju, Andi mengatakan, kuncinya ternyata terletak pada transfer dan alih teknologi. Sehingga, teknologi pertahanan tidak melulu hanya dikuasai AS dan Rusia yang memang sudah mapan dalam bidang pertahanan.

Beragam strategi alih teknologi bisa dilakukan, apalagi mengingat angka impor alutsista Indonesia tidak sedikit sehingga bisa bernegosiasi dengan negara produsen untuk melakukan produksi bersama. ”Seperti Indonesia yang ingin membeli pesawat tempur dari Brasil sebanyak 172 unit, itu bisa minta diproduksi bersama dan dilakukan di Indonesia. Demikian juga dengan Korea Selatan. Mereka pasti bersedia melakukannya,” ujar Andi.

Pola alih teknologi semacam ini sudah dimulai Kementerian Pertahanan (Kemhan), seperti melalui rencana produksi bersama kapal selam dengan Korea Selatan. Kolaborasi- kolaborasi untuk memproduksi alutsista inilah yang akan menjadi sarana efektif alih teknologi. ”Bahkan, jika perlu kita harus mencuri teknologi. Dan ini sukses dilakukan PT Pindad yang kini bisa memproduksi panser Anoa, yang awalnya beli panser dari Eropa terus dipretelin dan dipelajari. Jadi, ini namanya rekayasa terbalik,” ungkapnya.

Bagaimanapun harus diakui, masih banyak alutsista bagi pertahanan Indonesia yang harus diadakan.

Di antaranya, alutsista yang memiliki efek gentar tinggi seperti pesawat tempur untuk angkatan udara, kapal selam untuk angkatan laut, serta angkatan darat dengan panser atau tank berteknologi canggih. Juru Bicara Kemhan Brigadir Jenderal I Wayan Midhio menegaskan bahwa pengadaan alutsista tidaklah memiliki tujuan untuk bersaing dengan negara-negara lain, kecuali murni demi urusan kepentingan pertahanan nasional. ”Kita harus mematuhi hukum internasional yakni ikut menjaga perdamaian dunia sehingga kita tidak merasa bersaing dengan alutsista milik negara lain,” ujarnya. Selain itu, kata dia, kebutuhan alutsista juga bertujuan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dengan memproduksi alutsista sendiri, Indonesia akan memiliki daya tangkal yang tinggi. Kemudian, manfaat lain adalah bagaimana untuk mewujudkan kesejahteraan melalui tumbuh kembangnya industri pertahanan. Jika industri pertahanan bisa hidup dan berkembang, tidak hanya akan menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan skill para ahli di dalam negeri, namun juga meningkatkan kesejahteraan para anggota TNI dan masyarakat umum. Tentu saja, syaratnya tidak hanya industri manufaktur seperti PT Pindad, PT DI, atau industri strategis lain yang digenjot, tetapi juga industri pendukung yang memproduksi bahan baku. Sehingga, seluruh suku cadang dan bahan baku bisa diproduksi sendiri.

Dengan begitu, Indonesia tidak perlu lagi impor untuk produk tersebut. ”Selama ini melakukan pengadaan selalu lebih cenderung ke Eropa, kini tidak lagi mesti demikian. Melalui sinergi semua lembaga kita bisa mewujudkan industri pertahanan yang mandiri,” ungkapnya. Buktinya, hingga saat ini sudah ada beberapa item produk alutsista milik Indonesia yang mulai diminati negara lain. Jika bisa semakin dikembangkan dan dikelola dengan baik, Indonesia akan menjadi salah satu negara produsen alutsista yang diakui dunia.

PT PAL Ekspor Kapal ke Singapura

Jum'at, 15 Oktober 2010 - 12:35 wib
Wilda Asmarini - Okezone



JAKARTA - PT PAL menyerahkan kapal Double Skin Bulk Carrier 50 ribu DWT yang merupakan pesanan dari Azurite Invest Ltd, British Virgin Island, Singapura pada Jumat (15/10/2010) ini.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar turut menyaksikan serah terima kapal buatan BUMN perkapalan itu di Dermaga Divisi Kapal Niaga PT PAL Surabaya.

"Ini bentuk dari kepercayaan pasar terhadap industri galangan kapal nasional, khususnya PT PAL," ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam siaran pers yang diterima okezone, Jumat (15/10/2010).

Adapun kapal yang diserahkan kali ini yang dikenal dengan nama STAR 50 disebutkan merupakan produk unggulan PAL untuk pasar internasional. Kapal jenis ini, lanjutnya, merupakan kapal ke-9 yang diekspor ke berbagai negara.

Sebelumnya, kapal Double Skin Bulk Carrier 50 ribu DWT ini telah diekspor ke Hongkong sebanyak empat unit, Jerman dua unit, dan Turki dua unit. "Kapal ini diregistrasi di Monrovia, Liberia dengan menggunakan bendera Liberia," ujarnya.

Berikut spesifikasi kapal tersebut: panjang keseluruhan 189,840 meter, panjang diantara garis 182,516 meter, lebar 30,50 meter, sarat air desain 11 meter, sarat pengukuran 12,80 Meter, kecepatan maksimal tidak kurang dari 14,50 meter, dan mesin pendorong STX-MAN-B&W 6S50MCIC.(ade)